Untuk menjaga dan menjamin pertumbuhan dan perkembangan ekonomi, Kabupaten Kayong utara Bupati dan wakil bupati bersinergi dengan Forkofimda khusus dengan Pihak Polres Kayong utara Sebagimana yang dilaksanakan kegiatan .pada hari selasa tanggal 11 Desember 2018 pada pukul 08.30 WIB bertempat di Pendopo Bupati Kabupaten Kayong Utara telah dilaksanakan kegiatan " Rapat Kodinasi Tim Pengendaliam Inflasi Daerah ( TPID ) " .
Kegiatan tersebut di pimpin oleh Wakil Bupati Kayong Utara.
Dihadiri oleh Kapolres Kayong utara . AKBP.Asep I.Rosadi. S.IK.M.P.A yang diwakili Kasat Reskrim AKP Denni Gumelar .
Yang dikuti oleh -Kabag ekbang pemda kayong .
- Kepala Kantor OPD
- Para kapolsek Jajaran Polres Kayong utara.
Dalam acara Rakor tersebut dimulai dengan penyampai Wakil Bupati H .Effendi Ahmad S.PDI
1. Memastikan ketersediaan bahan pokok seperti beras, daging, telur harus tersedia untuk masyarakat.
2. Hasil kordinasi dengan Bulog di Kabupaten Kayong Utara akan di sediakan gudang Bulog
3. Jangan sampai ada penumpukan bahan pangan oleh pedagang agar harga tidak melonjak tinggi
4. Untuk melakukan inspeksi mendadak terkait langkanya bahan pangan di Kabupaten Kayong Utara.
B. Penjelasan dari Bank Indonesia tentang Inflasi daerah :
1. Meskipun jumlah lahan di Indonesia sudah banyak tetapi masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan karena konsumsi masyarakat yang besar dan banyaknya penen yang gagal.
2. Harga barang biasanya akan mengalami kenaikan tetapi pemerintah akan menambah jumlah bahan pangan sehingga dapat mengurangi kenaikan harga
3. Faktor eksternal juga berpengaruh pada kenaikan harga yaitu seperti nilai tukar rupiah / dolar
4. Pada saat jumlah barang sedikit jumlah permintaan banyak maka harga akan menjadi mahal juga sebaliknya pada saat jumlah barang banyak permintaan sedikit maka barang akan menjadi murah
5. Landing model dapat diajukan oleh petani ke perbankan untuk membantu modal dalam kegiatan pertanian
6. Inflasi terkendali pada saat adanya satgas pangan karena struktur pasar dapat termonitor dan penimbunan bahan pangan dapat diketahui oleh satgas pangan.
Penyampaian Kapolres yang disampaikan oleh Kasat Reskrim AKP. Danni Gumelar . tentang gangguan keamanan di wilayah Kabupaten Kayong Utara :
1. Polres Kayra sudah melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang bahayanya narkoba kepada generasi muda
2. Polres akan mengamankan masyarakat dalam perayaan natal dan tahun baru sehingga dapat menimbulkan rasa aman kepada masyarakat
3. Satgas pangan Polres Kayra telah melakukan monitoring harga pangan di Kabupaten Kayong Utara
4. Pada hari Kamis tanggal 13 Desember 2018. Satgas Pangan Polres Kayra akan pergi ke Kecamatan Pulau Maya untuk mengecek BBM dan Elpiji karena kelangkaan terjadi disana.
Selanjutnya dilanjutkan acara diskusi sebagi pokok pembahasan sebagai beriku :
1. Pada saat libur tahun baru dan natal di pelabuhan terjadi pelonjakan penumpang sehingga pihak pemerintah agar dapat menangani permasalahan tersebut agar tidak terjadi hal hal yang tidak di inginkan.
2. Agar dilakukan penambahan tabung gas elpiji di daerah - daerah kecamatan.
3. Di lahan pertanian di daerah Desa Matan Jaya banyak yang mengalami kebanjiran sehingga menyebabkan gagal panen.
4. Petani mulai malas dalam menggarap lahan karena hasil produksi tidak sesuai dengan modal yang di keluarkan oleh petani seperti modal pupuk dan obat untuk tanaman yang cukup mahal.
5. Kelangkaan gas terjadi karena kemungkinan adanya spekulan - spekulan yang bermain dalam pendistribusian gas Elpiji.
6. Agar dari pihak pertamina dapat bertindak tegas karena dalam pendistribusian gas elpiji ke daerah plosok masih kurang .
Kesimpulan dalam kegiatan tersebut yaitu :
1. Perlunya kordinasi secara terus menerus antara dinas terkait dan pangkalan gas elpiji agar dapat termonitor harga dan pendistribusian
2. Di spbn sukadana dalam pendistribusian nya agar di perhatikan karena pada saat ini pendistribusiannya masih kurang terarah. spbn tersebut seharusnya untuk membantu para nelayan dalam melakukan kegiatannya .
3. pemerintah supaya dapat mengarahkan keapada para pedagang agar dapat bekerja sama dengan pihak bulog sehingga kelangkaan beras tidak terjadi.
4. Agar mensosialisasikan kembali tentang gas non subsidi kepada masyarakat agar tepat sasaran dalam pendistribusiannya dan mencukupi kebutuhan.
5. Agar dapat dilaksanakan lebih lanjut terkait KUR kepada pihak bank agar masyarakat yang ingin mengurus hal tersebut tidak salah dalam pengajuannya.
6. Elpiji mulai langka pada saat akhir tahun yaitu pada saat bulan oktober, november dan desember karena pada saat itu merupakan stok stok akhir gas elpiji tersebut, pada saat awal tahun gas elpiji dalam ketersediaan nya masih relatif stabil.
7. Faktor kesadaran dalam masyarakat karena tidak mau membeli gas elpiji nonsubsidi bagi yang mampu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar